arrow_back
account_circle

Dukungan
Gaya belajar model Felder-Silverman

Gaya belajar model Felder-Silverman menunjukkan bahwa setiap orang mempunyai empat dimensi gaya belajar, yakni dimensi persepsi, input, pemrosesan, dan pemahaman. Keempat dimensi gaya belajar ini masing-masing mempunyai dua tipe yang saling berlawanan. Tipe gaya belajar siswa sesuai model Felder-Silverman dapat diselidiki dari pertanyaan dasar berikut ini:
1. Kecenderungan utama siswa dalam mempersepsi informasi?
Informasi yang sampai kepada siswa dapat dipersepsi ke dalam dua cara yang berbeda, yakni secara sensitif atau intuitif.
a.Sensitif: berasal dari luar dirinya, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan fisik.
b.Intuitif: berasal dari dalam dirinya, seperti ide, gagasan, pengertian.

2. Apa jenis saluran informasi yang dirasa paling efektif?
Siswa mempunyai kecenderungan untuk merasa lebih efektif dalam belajar melalui saluran informasi tertentu. Saluran informasi secara garis besar terbagi menjadi dua sumber utama, yakni visual dan verbal.
a.Visual: gambar, diagram, grafik, bagan alur, demonstrasi.
b.Verbal: tulisan, penjelasan lisan.

3. Bagaimana kecenderungan siswa dalam memproses informasi?
Kegiatan memproses informasi yang diterima siswa dapat melalui kegiatan yang berbeda, apakah membutuhkan olah fisik dalam kelompok, ataupun melalui perenungan mendalam di kesendiriannya. Kecenderungan ini dapat dikategorikan sebagai aktif ataukah reflektif.
a. Aktif: melalui aktivitas fisik, diskusi.
b. Reflektif: melalui introspeksi.

4. Bagaimana karakteristik siswa dalam memahami?
Upaya memahami suatu informasi dapat dilakukan secara bertahap atau langsung keseluruhannya. Karakteristik siswa dalam memahami informasi dibedakan menjadi sekuensial dan global.
a. Sekuensial: bertahap selangkah demi selangkah.
b. Global: secara keseluruhan dalam gambaran besar.

Cara menentukan tipe gaya belajar Felder-Silverman

Penentuan tipe gaya belajar model Felder-Silverman dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner yang disebut Index Learning Styles (ILS). ILS dikembangkan oleh Richard M. Felder, Linda K. Silverman, dan Barbara A. Solomon yang berisi 44 butir pertanyaan dengan rentang nilai mulai dari +11 sampai -11 pada setiap dimensinya. Setiap pertanyaan memiliki dua pilihan jawaban yang akan menentukan kekuatan/kecenderungan salah satu gaya belajarnya. Hasil jawaban dari ILS akan ditampung dalam ILS Scoring Sheet. Selanjutnya menempatkannya pada ILS Report Form untuk menentukan posisi jawaban. Nilai ILS terbagi menjadi 3 skala yakni: 1) rentang nilai 1-3 berarti bahwa gaya belajar seimbang (balanced) dalam suatu dimensi gaya belajar; 2) rentang nilai 5-7 berarti siswa nyaman pada satu gaya belajar dalam suatu dimensi belajar; 3) rentang nilai 9-11 berarti bahwa siswa hanya dapat belajar dengan satu gaya belajar pada suatu dimensi belajar. Dengan memetakan hasil dari ILS Scoring Sheet pada ILS Report Form akan dapat mengetahui preferensi gaya belajar yang dimiliki siswa pada keempat dimensi gaya belajar.

Manfaat mengetahui gaya belajar bagi guru

1.Membantu guru dalam menyampaikan pilihan belajar berbeda yang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa.

2.Mengidentifikasi strategi penilaian yang akan digunakan untuk mengukur kompetensi dan keberhasilan.

3.Mengembangkan program individu di kelas yang sesuai dengan isi dan tujuan kurikulum.

4.Mengidentifikasi sumber-sumber yang dibutuhkan untuk mendukung jangkauan gaya belajar.

5.Mengidentifikasi dan merencanakan lingkungan kelas yang mampu menggabungkan jangkauan gaya belajar.

Manfaat mengetahui gaya belajar bagi siswa

1.Membantu siswa memahami pendekatan belajar yang paling disukai dan menggunakannya dengan lebih baik.

2.Meningkatkan kemampuan belajar siswa.

3.Menyediakan ragam panduan bagi siswa untuk membantunya mengembangkan pengarahan diri dan penilaian diri.

4.Menambah jangkauan belajar secara mandiri dengan memaksimalkan keuntungan dari gaya belajar yang dimilikinya.

Peran gaya belajar dalam perencanaan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran merupakan suatu sistem pengembangan setiap unsur pembelajaran, meliputi pengembangan tujuan, isi, metode, dan pengembangan evaluasi menjadi suatu sistem perencanaan sebagai pedoman operasional pembelajaran. Mengetahui gaya belajar yang dimiliki siswa akan membantu guru dalam memilih strategi dan menetapkan media pembelajaran yang sesuai sebagai langkah awal perencanaan pembelajaran. Strategi pembelajaran berkenaan dengan siasat pembelajaran yang diterapkan guru kepada siswa untuk membantu memfasilitasi pemahaman yang mendalam dari suatu informasi. Hal ini berkaitan dengan merancang, memrogram, mengelaborasi dan menentukan pencapaian dari materi belajar. Perancangan strategi pembelajaran haruslah dilakukan dalam tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengamati, menganalisa, mengungkapkan pendapat, menarik hipotesis, menemukan solusi atau menjelajahi pengetahuan secara lebih mandiri. Setiap tipe gaya belajar memiliki kecenderungan untuk sesuai dengan satu atau beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan dengan tambahan satu atau lebih pemanfaatan media yang sesuai dengan gaya belajar tertentu.